Modifikasi Yang Terinpirasi Dari Film Fast Furious

Modifikasi Yang Terinpirasi Dari Film Fast Furious

Modifikasi Yang Terinpirasi Dari Film Fast Furious – Kontes modifikasi mobil Indonesia Automodified (IAM) seri pertamana yang di adakan di kota Surabaya di ikuti oleh 250 peserta. Kontes itu di selenggarakan pada akhor pekan bulan Maret yang di buka dari tanggal 23-25 Maret. Dalam kontes ini terbagi dalam 180 kategori, saking banyaknya peserta yang ikut, dewan juri sampai bingung untuk memilih sang juara The King pada kontes di Surabaya ini.

Baca juga: Agar Gampang Ke Sawah, Petani Asal Bandung Lakukan Modif Mobil Gran Max

Dalam pemilihan The King Turners kontes itu, di menangkan oleh Honda Civic Ek dari Club Speed Freak. Sedangkan untuk pemenang The King Player di mengakan oleh Jonda Jazz GK 2015 surabaya.

Deny Ping pemilik Honda Jazz GK 2015 merupakan pemenang The King Player mengaku bahwa ia sangat senang menjadi yang terbaik di kontes modifikasi mobil Indonesia Automodified (IAM) ini.

“Saya puas dengan hasil ini, tahun lalu juga bisa menjadi di The King di kota Surabaya,” kata Deny Ping seusai menerima penghargaan saat di Pakuwon Mall Convention Center, Surabaya.

Deny Ping sejak awal keikutsertaanya di dalam kontes modifikasi Indonesia Automodified (IAM) seri Surabaya, sudah mempersiapkan secara matang untuk menjadi yang terbaik.

“Saya membeli mobil Honda Jazz GK 5 2015 matic ini segaja untuk mengikuti kontes modifikasi,” kata Deny.

Honda Jazz dengan exterior air brush tokoh dalam game War Craft tersebut bernama Jazz Sunkist. Konsep yang diusung oleh modifikatornya ialah street racing.

“Saya membuat semua konsep mobil ini, berawal dari kagum melihat semua mobik yang ada di film Fast to Fourius,” kata Deny.

Deni mengaku dalam membangun mobil Jazz Sunkist tersebut membutuhkan waktu satu tahun. Dalam waktu yang tergolong singkat untuk memodifikasi tungganganya, Deny harus merogoh kocek yang tak sedikit.

“Saya menghabiskan lumayan banyak. Hampir Rp 400 juta. Tapi yang sulit itu mendapatkan velg dengan ring 19 dari Jepang langsung, membutuhkan biaya Rp 50 juta per satu bannya,” kata Deny.

Dalam kontes Indonesia Automodified, Deny pemilih Jazz Sunkist tersebut sudah pernah menjadi pemenang kontes. “Tahun lalu saya sudah pernah menjadi yang terbaik di IAM, sedangkan tahun juga mendapatkan juara kembali,” tandasnya.

Sementara itu, Panitia Penyelenggara IAM Husna mengatakan sempat kerepotan untuk menentukan dua king tersebut.

“Tahun ini kita menggunakan sistem yang berbeda. Oleh karenanya banyak kategori,” tandasnya.